Rabu, 07 Agustus 2013

KHUTBAH 'IDUL FITRI 1434 H / 2013


MENGISI KEMERDEKAAN
DENGAN KEYAKINAN DAN PERJUANGAN

السَّـلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ
الله ُأَكْبَرْ ×3   الله ُأَكْبَرْ ×3   الله ُأَكْبَرْ ×3
الله ُأَكْبَرْ كَبِيْرًا وَ الْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا, وَ سُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَ أَ صِيْلاً, لاَ إِله َإِلاَّ الله ُوَ الله ُأَكْبَرْ الله ُأَكْبَرْ وَ ِللهِ الْحَمْد. الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى يَسَّرَ طَرِيْقَ الْعِبَادَةِ لِلْعِبَاد,  وَ وَفَّاهُمْ أُجُوْرَ أَعْمَالِهِمْ مِنْ خَزَائِنِ ذِى الْكَرَمِ وَ الْجُوْد, وَ جَعَلَ لَهُمْ يَوْمَ عِيْدٍ كُلَّ سَنَةٍ يَعُوْد, أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى عَلَى نِعَمِهِ الَّتِى لاَ تُحْصَى وَ لاَ تُعَدّ, أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَ حْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه, وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ لاُ نَبِيَّ بَعْدَه. اللّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِهِ وَ أَصْحَابِهِ الْمُجَاهِدِيْنَ.أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ, قَالَ تَعَالَى: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: (الأعلى: 14-15)
Allahu Akbar 3X Hanya Allah semata yang pantas dipuji…
Bapak-Ibu, kaum muslimin-muslimat sidang jama’ah ’Idul Fitri yang berbahagia...
Dengan perasaan lega, kita bersyukur pada Allah atas hidayah dan ’Inayah-Nya, kita telah selesaikan tugas Ramadhan dengan baik. 
Hari ini kita ucapkan selamat jalan Ramadhan ; Bulan Ramadhan sebagai mesin turbo raksasa madein Allah yang berfungsi sebagai wahana seleksi ummat. Ramadhan bulan penuh berkah yang meninggalkan sejuta kesan dalam sanubari setiap mukmin. Semoga Allah mencatat kita menjadi hamba bertaqwa, bersih dari dosa dengan rahmat keampunan yang ditawarkan lewat satu Paket Ibadah Pensucian Diri: Puasa, Tarwih, Tadarus Al-Qur’an, ’Itikaf, Zakat, Sedekah dan berbagai kebajikan yang pahalanya dilipat gandakan.
Bangunan yang telah kita bingkai indah mari kita pertahankan pada bulan-bulan selain Ramadhan sehingga kita menjadi hamba yang Istiqamah. Firman Allah:
Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali,  … (An-Nahl-92)
Allahu Akbar 3X Kaum muslimin-muslimat...
Bersama kita mengumandangkan Takbir, Tahmid, Tashbih dan Tahlil pertanda kita berlutut dihadapan Sang Khaliq sebagai bentuk pengakuan kekerdilan kita.
Dengan melantunkan ”Takbir” : Allaahu Akbar...,  pertanda kita telah kecilkan perkara-perkara dunia selain Allah, sebagaimana Nabi Ibrahim as. saat mengahancurkan segala macam berhala dengan semangat ”Allaahu Akbar”. Hal ini juga dilakukan Thariq bin Ziyad saat menaklukkan Spanyol. Begitu juga dengan semangat heroik Bung Tomo saat mengobarkan jiwa para pejuang kemerdekaan selain Takbir ”Allahu Akbar”.
Kalimat Takbir adalah kalimat ampuh - kunci keberhasilan Anbiya Allah dalam melawan kemusyrikan. 68 tahun yang lalu kalimat ini menjadi senjata pamungkas bagi para syuhadak dalam menumpas kezhaliman, menciutkan nyali kaum penjajah.
Menurut Bung Tomo ; kalimat apalagi selain takbir yang dapat membakar semangat para pejuang sedang mereka hanya bermodal tangan kosong, batu atau bambu runcing.
Peringatan hari Kemerdekaan 17 Agustus tahun ini akan kita rayakan seminggu setelah Puasa Ramadhan. Ada hikmah penting yang perlu kita catat seandainya kita tidak melupakan sejarah bahwa: ”Ketika merebut kemerdekaan dengan keyakinan dan perjuangan maka PR kita hari ini adalah bagaimana mengisi kemerdekaan juga dengan  keyakinan dan perjuangan.
Allahu Akbar 3 X  wa lillahil hamd, Bapak-ibu hadirin yang dirahmati Allah....

Seiring dengan alunan ”Tahmid” ; Nikmat kemerdekaan terbesar yang patut kita syukuri hari ini adalah bahwa Muslimin Indonesia tidak seperti negara-negara lain seperti Perancis, China, Siria, Mesir dan Palestins yang sulit menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Apalagi di Kota Padang tercinta ini. tinggal bagaimana kita pandai mensyukurinya.
Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. (Ibrahim – 34)

Untuk itu kerja keras adalah solusi agar nasib bangsa ini berubah 
Bekerjalah Hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.
Karena kerja keras adalah untuk maslahat kita juga:
Dan siapa yang bermujahadah, Maka sungguh mujahadahnya itu untuk dirinya sendiri..( ANKABUT – 5)

Selanjutnya terdapat sekitar 40 kali kata jihad / mujahadah berulang dalam Al-Quran dengan berbagai bentuk yang maknanya bermuara pada ”bazdlul wus’i wal juhdi” yakni mencurahkan seluruh kemampuan dengan segala pengorbanan”.

Maka Mujahid berarti seorang yang mencurahkan seluruh kemampuan dan berkorbanan dengan nyawa atau tenaga, pikiran, potensi, dan apa saja yang berkaitan dengan diri manusia tanpa mengenal putus asa, menyerah, lesu dan pamrih. seorang mujahid tidaklah mengharap imbalan atas mujahadahnya selain Allah, karena jihad semata-mata hanya karena Allah SWT.
  modal di tangan, selama itu pula jihad dituntut.

Maka ada dua modal jihad/mujahadah, yaitu: Amwal dan Anfus sebagaimana Allah Swt. berfirman dalam surat as-shaff ayat 10-11:

10.  Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? 11.  (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.

Jihad butuh modal Amwal yang berarti banyak harta. Sedang Anfus yang berarti diri atau nyawa dalam conteks jamak dapat dipahami sebagai ”totalitas manusia yang mencakup : nyawa, pengetahuan, potensi, tenaga, fikiran bahkan waktu dan tempat yang digunakan manusia.

. Beragam karya jihad, beragam pula hasil atau buahnya::
·        Buah jihad seorang ilmuan adalah pemanfaatan ilmu.
·        Buah jihad seorang karyawan adalah karyanya yang baik.
·        Guru adalah pendidikannya yang sempurna.
·        Pemimpin dan Hakim adalah keadilan.
·        Pengusaha dan Pedagang adalah kejujuran.
·        Orang tua adalah keteladanannnya. dan seterusnya....

Allahu Akbar 3 X  wa lillahil hamd, hadirin yang mulia....
Dahulu, ketika kemerdekaan belum diraih JIHAD menyebabkan kerenggutnya jiwa dan hilangnya harta benda. Namun kini JIHAD harus membuahkan terpeliharanya jiwa, keadilan dan berkembangnya harta benda.

Usaha kerja keras dalam mengejar rezeki yang halal juga merupakan bahagian dari jihad ,
عن ابن عباس ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « طلب الحلال جهاد »
Mencari rizki yang halal itu termasuk jihad.
Sikap mau membanting tulang dan fikiran untuk mencari rezki yang halal adalah teladan yang dicintai Allah swt.

Rasulullah SAW juga bersabda dalam Hadist yang sanadnya dari Ali RA - diriwayatkan oleh ad-Dailami :

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ أَنْ يَرَى عَبْدَهُ تَاعِبًا فىِ طَلَبِ الْحَلاَلِ
”Sesungguhnya Allah cinta melihat hambaNya lelah dan bersusah payah dalam mencari yang halal”

Banyak ragam pekerjaan mulia disisi Allah: ”bertani, berdagang, beternak, jadi guru, karyawan, buruh, sopir, tukang ojek dan seterusnya” , asal diniatkan ibadah ; mencari rezeki yang halal.

Namun menjadi pejabat yang jujur, pengusaha yang sholeh, konglomerat yang dermawan, atau pemimpin yang bijaksana, bersahaja dan taat beragama tentu ini lebih mulia.

Kaum Muslimin hamba Allah…

Dulu banyak tokoh kita yang keluar masuk penjara karena bekerja keras menegakkan kebenaran. Para pahlawan kemerdekaan sebagai manusia-manusia handal yang tidak pernah bersenang- senang,  hidup mewah atau tinggal di hotel berbintang. Tuanku Diponegoro bersama kaum santrinya yang mendirikan pesantren di tengah rimba raya adalah para pengembara dari hutan ke hutan, mengobarkan semangat bagi syuhadak yang siap mati syahid membela tanah air. Siang menghadang musuh - malam mengaji kemudian tidur berselimut angin dan hujan. Tidak kenal lelah, tidak minta digaji dan tak pernah meminta dipajangkan fotonya di jalan-jalan.

Naif hari ini makin banyak saja yang berladang dipunggung orang atau bersenang-senang diatas penderitaan saudaranya sendiri. Orang-orang penting di negeri ini malah keluar masuk penjara akibat menikmati uang haram...

Maka untuk para mujahid yang tetap istiqomah dalam perjuangannya ; Allah tidak main-main dalam hal ini... Allah janjikan: AMPUNAN DOSA, SORGA PERTOLONGAN DAN KEMENANGAN ”Nasrum min-Allah wa fathun Qorib”.

Allahu Akbar 3X Hadirin sidang jamaah Id yag dirahmati Allah...

Alunan ”Tahlil” Laa Ilaaha illallaah yang kita kumandangkan di hari kemenangan ini hendaknya akan memberi terapi bagi jiwa kita bahwa tidak ada yang dicintai, yang membuat hati tentram dan jiwa menjadi aman kecuali bersama Allah ’Azza wa Jalla. Kalimat ini harus benar-benar membuat jiwa manusia menjadi merdeka dari segala godaaan dan kesenangan dunia.

televisi atau internet yang melalaikan,...
musik atau film yang mengasyikkan,...
sepeda motor atau mobil mewah yang menggiurkan,...
artis dan selebriti yang diidolakan,...
meja judi atau minuman yang memabukkan,...
atau binatang kesayangan, wanita pujaan atau uang jutaan...

أَنْتَ فىِ غَفْلَةٍ وَ قَلْبُكَ سَاهِى – ذَهَبَ الْعُمْرُ وَ الذُّنُوْبُ كَمَاهِى
Engkau larut dalam kelalalain, dan hatimu hampa.
Umur terus berkurang, sementara dosa kian bertumpuk.
Hadirin yang mulia... perjuangan ini belum berakhir, dan inilah tantangan dan bahagian jihad yang terpenting hari ini dalam rangka mengisi kemerdekaan dengan iman yang kita katakan tadi.

Allahu Akbar 3X Kaum Muslimin-Muslimat yang dikasihi Allah....
Ramadhan telah berlalu, berbagai kegiatan keagamaan telah mewarnai kota Padang tercinta dalam rangka menata generasi berkarakter ; berakhlaq mulia, cinta masjid – cinta agama, dan cinta kampung halaman. Alhamdulillah generasi kita mulai membaik, maksiat berkurang dan ibadahpun menjadi khusyuk.
Namun tidak dapat diingkari bahwa PR besar yang yang harus diwaspadai oleh para orang tua. Bahwasanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi ancaman serius yang selalu membayang-bayangi kepribadian anak-anak keponakan kita dari waktu ke waktu. Saban hari anak-anak dan generasi muda kita disibukkan dengan media elektronik.
Sungguh orang tua merupakan penentu bagi kepribadian anak-anak di rumah tangga. Ingatlah bahwa di atas ubun-ubun kita ada amanah yang diwasiatkan Rasulullah saw.:
مَا مِنْ عَبْدِ يَسْتَرْعَيْهِ الله ُرَعِيَّةً فَلَمْ يَحُطْهَا بِنَصِيْحَةٍ إِلَّا لمَ ْيَجِدْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ
Barang siapa yang Allah jadikan pemimpin, tapi tidak pernah memberi nasehat kepada yang dipimpinnya : niscaya dia tidak akan mencium bau sorga (HR. Muttafaqun ’Alaih)
öãBù&ur 7n=÷dr& Ío4qn=¢Á9$$Î/ ÷ŽÉ9sÜô¹$#ur $pköŽn=tæ (
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan Bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. (Q.S : Thaha – 132:) :
Maka ”wa’mur” disini jelas artinya ”dan perintahkanlah!”, bukan mempersilahkan, atau sekedar membasa-basi.
Akhirnya khatib menghimbau terkhusus pada diri khatib:
Marilah kita mohon ampun kepada Allah dari dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan. Dan pada hari kemenangan ini mari kita saling mema’afkan ; kita gembirakan ’Idul Fitri ini dengan mengucapkan :
Selamat ‘Idul Fitri 1433 H - Mohon ma’af lahir-batin,
تَقَبَّلَ الله ُمِنَّا وَ مِنْكُمْ فَتَقَبَّلْ يَا كَرِيْم, فىِ كُلِّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ
وَ جَعَلَنَا مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَ الْفَائِزِيْنَ..., آمِيْــن
Dengan menadahkan tangan bersama kita memohon kehadirat  Allah yang Maha Kuasa:
إِنَّ الله َوَ مَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى النَّبِىِّ الْكَرِيْم مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ…
اللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِأَنْ نَشْهَدَ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ الَّذِى لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ اْلأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِى لَمْ يَلِدْ وَ لَمْ يُوْلَدْ وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدْ...
Yaa Ghaffar,... ampuni kami, kesalahan, dosa dan kekhilafan orang tua kami, keluarga kami, para pemimpin dan pendahulu kami kami.
Yaa Halim,...  jadikan kami suami yang bertanggungjawab, yang mampu menafkahi keluarga dengan jalan halal, berkah lagi manfa’at. Jadikan istri kami, wanita-wanita sholehah yang bisa memberi teladan bagi anak-anak kami dan  mampu menegur disaat kami lalai. Jadikan anak-kemenakan dan keturunan kami sholeh-sholehah yang menyejukkan hati...
Yaa Razzaq,... Sekiranya kami adalah orang yang pernah makan harta yang haram, Ampunilah... Beri kami kekuatan dalam mencari rezeki yang halal lagi berkah. Bukakan hati kami untuk ringan bersidekah dan mengasihi sesama.
Yaa Allah ya Rahman ya Rahim… Kiranya Engkau terima sholat kami, puasa kami dan semua ibadah kami...
Yaa Salam, Selamatkan negeri kami, Yaa Shabur, beri kami kesabaran dalam menghadap cobaan dan ujian-Mu. Jadikan kami hamba-hamba-Mu yang selamat dunia dan akhirat.     
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَ تُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَابُ الرَّحِيْمُ .رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. الله ُأَكْبَرْ . الله ُأَكْبَرْ . الله ُأَكْبَرْ, لاَ إِله َإِلاَّ الله ُوَ الله ُأَكْبَرْ وَ ِللهِ الْحَمْدُ...
Penulis: Yasri Azmi, S. Th.I
HP. 081363378420  




3 komentar:

Selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1434 H, Mohon Ma'af Lahir dan Batin...

Wah saya suka membaca artikel sperti ini dari pada membaca komik atau novel

Selamat Idul Fitri 1434 H Mohon ♏ααƒ Lahir dan Batin
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ,
Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita آمــــــــــــــــــين يا رب العالمي


Kalau ada artikel Чªήğ baru tolong di share Ƴɑ̤̥̈̊ªªªª ...... <3<3

Jempol Ustadz,
Lanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan menjadi syuhada' fi sabilillah. semoga salah satu ponakan dapat melanjutkan perjuangan ini.

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More